MEDAN — Penunjukan seorang pejabat berinisial MT sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Kota Medan menjadi sorotan dari sejumlah pihak.
MT disebut telah beberapa kali dipercaya mengisi posisi Plt Direktur RSUD Dr Pirngadi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai proses penetapan pejabat definitif untuk memimpin rumah sakit milik Pemerintah Kota Medan tersebut.
Sorotan itu disampaikan AFN, Ketua Bidang Politik, Demokrasi dan Pemerintahan BADKO HMI Sumatera Utara. Ia mempertanyakan mengapa hingga saat ini posisi Direktur RSUD Dr Pirngadi belum diisi pejabat definitif.
Menurut AFN, kepemimpinan di rumah sakit daerah perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan pelayanan kesehatan masyarakat serta tata kelola pemerintahan.
“Kalau kita lihat, RW ini seperti belum tahu dia mau berbuat apa untuk Kota Medan. Untuk mencari sosok yang tepat menjabat sebagai Direktur RSUD Dr Pirngadi saja sampai sekarang tidak berjalan baik. Sudah tiga kali MT menjabat sebagai Plt Direktur,” ujar AFN.
AFN juga mempertanyakan kesiapan RWselaku Wali Kota Medan dalam mendorong peningkatan pembangunan dan pelayanan kesehatan di Kota Medan.
Ia bahkan menyampaikan kritik keras terhadap arah kebijakan pemerintah kota. Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi AFN yang perlu diklarifikasi kepada pihak Pemerintah Kota Medan.
Selain persoalan jabatan direktur, AFN turut menyinggung adanya dugaan pengaturan sejumlah proyek di RSUD Dr Pirngadiyang menurutnya perlu mendapat perhatian dan klarifikasi dari pihak terkait. AFN mempertanyakan apakah penunjukan MT sebagai Plt memiliki kaitan dengan pengelolaan proyek di rumah sakit tersebut.
“Apakah MT ditempatkan untuk mengamankan proyek yang ada di rumah sakit tersebut. Kalau begitu ceritanya, biar masyarakat yang menilai bagaimana Wali Kota RW memimpin Kota Medan,” kata AFN.
Pernyataan mengenai dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai fakta dan masih memerlukan konfirmasi serta bukti dari pihak-pihak terkait. MT maupun Pemerintah Kota Medan perlu diberikan ruang untuk memberikan penjelasan atas tudingan tersebut.
Soroti Pelayanan RSUD Dr Pirngadi
Selain persoalan kepemimpinan, AFN juga menyoroti kondisi pelayanan di RSUD Dr Pirngadi.
Menurutnya, rumah sakit tersebut seharusnya menjadi salah satu fasilitas kesehatan andalan bagi masyarakat Kota Medan. Namun, ia mengklaim terdapat kecenderungan masyarakat lebih memilih mendapatkan pelayanan di rumah sakit swasta.
“Kasihan RSUD Dr Pirngadi ini, harusnya menjadi rumah sakit andalan warga Kota Medan malah sepi peminat. Masyarakat sekarang ini lebih tertarik berobat ke RS swasta yang dianggap pelayanannya melebihi rumah sakit yang dikelola pemerintah,” jelasnya.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian dari AFN. Kondisi mengenai tingkat kunjungan pasien dan kualitas pelayanan RSUD Dr Pirngadi idealnya dikonfirmasi melalui data resmi rumah sakit atau Pemerintah Kota Medan.
AFN berharap Pemerintah Kota Medan segera memberikan kejelasan mengenai proses pengisian jabatan Direktur RSUD Dr Pirngadi secara definitif, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pelayanan rumah sakit tersebut.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan dari MT maupun pihak Pemerintah Kota Medan terkait sejumlah pernyataan dan dugaan yang disampaikan AFN. Konfirmasi dan hak jawab dari pihak yang disebut penting untuk melengkapi pemberitaan ini.















